Kulihat anak ku berlari –larian sambil mengangkat tas ranselnya , termiring-miring dia saking penuhnya isi ransel itu. “ayah….ayah…. !“ teriaknya sambil tersenyum dan kemudian memainkan hidungnya keatas , ciri khasnya jika bertemu denganku . “hidung..hidung..hidung.. “ , dia berkata pelan sambil menempelkan ujung hidungnya ke ujung hidungku. “hmmhhh.. sudah besar anakku .. “ kataku dalam hati.
Suatu hari kulihat dia termenung menatap gelapnya langit malam, pandangannya lurus menatap Rembulan yang berbentuk bulan sabit. Matanya tak berkedip , lalu tiba tiba dia berkata “aku mau duduk di bulan !” seraya menatapku. Aku bertanya “kenapa sayang ?”, dia menjawab “aku mau duduk diatas sana ayah .. di Bulan!” . aku tertawa seraya menatapnya . “kenapa ayah tertawa .. ? “, serunya . Baru kusadari kesalahanku hampir saja aku mematikan impiannya. Akhirnya kuputuskan untuk bertanya kepada putri cantikku, “ kenapa ingin duduk di bulan sayang ? “ . dengan lugu dia menjawab “seruu kali ya yah… !” . “ Seru bagaimana sayang ? “ tanyaku lagi . “Lha iya seruu.. khan yah.. bisa lihat dede (adiknya), bisa lihat bunda , bisa lihat ayah .. ,Bisa lihat Insira(temannya) bisa lihat nenek di Malang bisa lihat teman-teman , bisa lihat semua-semua dari atas sana !” . “kecil-kecil… tambahnya!”. Terus dia berkata dengan semangat “bisa kan .. yah ?” dan kujawab “ tentu bisa sayang !” , dia tersenyum puas dengan jawabanku, kemudian dia menatap lagi kearah rembulan sambil tersenyum.
“duduk di bulan “.. ungkapan itu akhirnya membuatku merenung sambil ku bayangkan dengan angan-angan yang terbentuk dimasa kecilku , seorang anak perempuan duduk diujung bulan sabit sambil memandang kebawah dan tertawa riang bisa melihat semua-semuanya (meminjam istilah anakku)… , aku menitikkan air mata melihat anakku belajar meletakkan sebuah harapan. Dan ku tulis sebuah sajak untuknya.
SAJAK KECIL BUAT PUTRIKU PUTI INTAN
Tataplah terus sang rembulan
Jika kau yakin bisa duduk disana
Dan lihatlah kecilnya dunia
Berlarilah sayang seolah engkau akan terbang
Dan melayanglah gapai sang rembulan
Lalu lihatlah teman-temanmu berkejaran
Janganlah kau ragu meletakkan harapan
Karena Tuhanmu pasti mewujudkan
Suatu saat kau pasti duduk di bulan ….
Malang, Rabu 23 Maret 2011

suka :) aku suka tulisan-tulisan om tentang anak-anak om. Keep writing ya Om
BalasHapusthanks mbak elfira
BalasHapusMbuois Sro'...... (Y)
BalasHapusAsli uapik....kok ganok meneh....