Minggu, 12 Agustus 2012





 Tetaplah Kau Meminta Ayah untuk Bercerita


“… Ayah .. ,Ayah .., ayah pulangnya sore atau malam ?” , tanya anak laki-lakiku “ya .., malam seperti biasanya sayang ..” , jawabku . “yaaa.. “ serunya dengan nada kecewa .
“kenapa sayang.. ?” tanyaku . “Kapan sih ayah bisa pulang sore..” ,dia balik bertanya . ‘iya.. kenapa sayang?” , tanyaku lagi. “nggak pa pa “, jawabnya dengan muka yang kecewa . kuputuskan untuk bertanya sekali lagi kepadanya “ iya ada apa adek.. ?” ,”kok kelihatannya kecewa begitu? “ . “mmmm .. enggak pa pa jawabnya .. , adek Cuma mau diceritain aja sama ayah “ tapi sekarang ayah pulangnya malam terus , jadi adek nggak pernah diceritain lagi deh ! “ serunya kemudian .
Hmmm.. sebuah ungkapan sederhana dari si kecilku ini membuatku tercenung selama perjalananku di bis dari Surabaya menuju kantorku di kota Malang. Sepertinya terlalu sedikit waktuku untuknya . hanya sekedar bercerita itu sudah cukup baginya. Permintaan sederhana saja tapi aku sering tidak dapat memenuhinya. 

Teringat mata Si kecilku berbinar ketika mendengar cerita-cerita yang dulu sering aku dongengkan kepadanya ketika dia akan tidur , dan sesekali kami tertawa terbahak-bahak jika cerita yang aku bawakan lucu baginya . sepertinya dia rindu dengan masa-masa itu . sambil tiduran menatap langit langit kamar dan meletakkan kepalanya dilenganku ,dengan satu kata permintaan “Ayah cerita..!”. dan ku mulai bercerita ..,sampai dia tertidur. 

Sepanjang perjalananku terlintas berbagai macam gayanya ketika asik mendengarkanku bercerita , kadang dia tengkurap dan meletakkan kepalanya diatas kedua tangannya dengan ekspresi penasarannya dan sesekali menyelaku dengan kata “lalu…bagaimana yah !” jika aku terhenti bercerita , atau tidur miring dengan gaya ”budha tidur” dan tetap dengan ekspresi takjubnya , dan teringat juga olehku gayanya yang memaksa untuk tetap terjaga walaupun matanya sudah tak sanggup lagi untuk terbuka dan akhirnya … hilang dibawa mimpi.. ! 

Ternyata waktu dua jam yang hilang sangat berharga baginya , dia kecewa karena sudah jarang dia mendengar cerita dariku , dia kecewa karena dia juga tidak bisa bercerita tentangnya kepadaku . Betapa berharganya sebuah kesempatan . tapi sering kita anggap itu “biasa! “ dan kita lupa bahwa itu sangat berharga bagi mereka . Anak-anak hanya meminta sedikit waktu kita hanya untuk bisa bercerita , bercerita tentang pengalamannya , bercerita tentang keberhasilannya , bercerita tentang kesulitannya , bercerita tentang keinginannya . “sangat sederhana !” 

“Hmmm… , tetaplah meminta ayah untuk bercerita ya nak !” bathinku , “Ayah pasti akan terus bercerita sampai kamu merasa cukup ! sampai kamu tertidur terbawa mimpimu….! .