Tetaplah Kau Meminta Ayah untuk Bercerita
“… Ayah .. ,Ayah .., ayah pulangnya sore atau malam ?” , tanya
anak laki-lakiku “ya .., malam seperti biasanya sayang ..” , jawabku .
“yaaa.. “ serunya dengan nada kecewa .
“kenapa sayang.. ?” tanyaku .
“Kapan sih ayah bisa pulang sore..” ,dia balik bertanya . ‘iya.. kenapa
sayang?” , tanyaku lagi. “nggak pa pa “, jawabnya dengan muka yang
kecewa . kuputuskan untuk bertanya sekali lagi kepadanya “ iya ada apa
adek.. ?” ,”kok kelihatannya kecewa begitu? “ . “mmmm .. enggak pa pa
jawabnya .. , adek Cuma mau diceritain aja sama ayah “ tapi sekarang
ayah pulangnya malam terus , jadi adek nggak pernah diceritain lagi deh !
“ serunya kemudian .
Hmmm.. sebuah ungkapan sederhana dari si kecilku ini membuatku
tercenung selama perjalananku di bis dari Surabaya menuju kantorku di
kota Malang. Sepertinya terlalu sedikit waktuku untuknya . hanya sekedar
bercerita itu sudah cukup baginya. Permintaan sederhana saja tapi aku
sering tidak dapat memenuhinya.
Teringat mata Si kecilku berbinar ketika mendengar cerita-cerita
yang dulu sering aku dongengkan kepadanya ketika dia akan tidur , dan
sesekali kami tertawa terbahak-bahak jika cerita yang aku bawakan lucu
baginya . sepertinya dia rindu dengan masa-masa itu . sambil tiduran
menatap langit langit kamar dan meletakkan kepalanya dilenganku ,dengan
satu kata permintaan “Ayah cerita..!”. dan ku mulai bercerita ..,sampai
dia tertidur.
Sepanjang perjalananku terlintas berbagai macam gayanya ketika asik
mendengarkanku bercerita , kadang dia tengkurap dan meletakkan kepalanya
diatas kedua tangannya dengan ekspresi penasarannya dan sesekali
menyelaku dengan kata “lalu…bagaimana yah !” jika aku terhenti bercerita
, atau tidur miring dengan gaya ”budha tidur” dan tetap dengan
ekspresi takjubnya , dan teringat juga olehku gayanya yang memaksa
untuk tetap terjaga walaupun matanya sudah tak sanggup lagi untuk
terbuka dan akhirnya … hilang dibawa mimpi.. !
Ternyata waktu dua jam yang hilang sangat berharga baginya , dia
kecewa karena sudah jarang dia mendengar cerita dariku , dia kecewa
karena dia juga tidak bisa bercerita tentangnya kepadaku . Betapa
berharganya sebuah kesempatan . tapi sering kita anggap itu “biasa! “
dan kita lupa bahwa itu sangat berharga bagi mereka . Anak-anak hanya
meminta sedikit waktu kita hanya untuk bisa bercerita , bercerita
tentang pengalamannya , bercerita tentang keberhasilannya , bercerita
tentang kesulitannya , bercerita tentang keinginannya . “sangat
sederhana !”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar