INDONESIA TANAH
AIR BETA
PUSAKA ABADI NAN
JAYA
INDONESIA SEJAK
DULU KALA
TETAP DI PUJA –PUJA
BANGSA
DI SANA TEMPAT
LAHIR BETA
DI BUAI DI
BESARKAN BUNDA
TEMPAT BERLINDUNG
DI HARI TUA..
SAMPAI AKHIR
MENUTUP MATA
Sayup –sayup kudengar lagu Indonesia Pusaka di televisi , sudah puku
01.00 rupanya , mataku tidak mau kupejamkan , akhir –akhir ini kulihat perubahan di Negeriku ini … tidak
ada lagi sapa dan senyum setiap pagi mengembang. Hampir setiap hari kubaca dan
kudengar caci maki . sungguh mahal pengorbanan
untuk sebuah perubahan .
Setiap kali aku berbincang selalu ada tambahan dosa yang secara tidak
disadari ku lakukan. Ya Allah “Negeri ku
ini menjadi penuh kecurigaan !’
Baru kali ini aku mengikuti Pilpres yang diikuti hampir seluruh
pemilih Indonesia. Suatu kemajuan yang
luarbiasa , tidak ada lagi “Golput” , semua antusias untuk memilih. “Alhamdulillah !” , akhirnya penduduk
negeriku ini menyadari betapa pentingnya untuk memilih .
Namun semangat untuk memilih belum diikuti dengan rasa menghargai
sebuah pilihan oleh orang lain , yang muncul adalah semangat untuk “menang”
semangat untuk mengalahkan dan menyalahkan . ingat! Jika hanya ada satu pilihan
sebetulnya tidak perlu ada pemilihan …
Negeriku ini dulunya bisa menyelesaikan masalah dengan makan pinang
bersama “sekapur sirih “ betapa sederhananya duduk bersama memperbincangkan
masalah .
Negeriku ini dulu terkenal dengan keramah-tamahan, saling bantu, gotong royong .. Tapi akhir-akhir ini mata saling menatap
curiga , mulut mencaci …. Sudah hilang
kah ‘Rasa untuk saling menghormati ?”
Negeri ini perlu Persatuan untuk bisa menjadi negeri yang besar …
perpecahan bukan lah hasil yang diinginkan dari sebuah pemilihan Presiden .
perpecahan adalah awal dari sebuah kehancuran Negara ….
Aku tidak ingin Nama negeri ini
menjadi sebuah sejarah yang di tulis dalam buku pelajaran sejarah, bahwa dulu ada negeri yang bernama Indonesia , aku ingin
anak dan cucu cucu ku masih hidup rukun dan makmur di negeri yang masih bernama “Indonesia” .
Mataku semakin berat seberat gundah hatiku ini akan kelanjutan
negeriku , tak sadar mengalir air mata ,
sembari berdo’a Ya Allah Lindungilah
negeriku ini dari segala Fitnah ………
Tak sadar aku terlelap televisi lupa ku matikan tampak di layar merah putih berkibar dan
terdengar nyanyian tentang tanah air ….
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Bagus.... (Y)
BalasHapusSepasang suami istri jadi kehilangan kehangatan..
Sepasang sahabat jadi kehilangan kasih sayang..
Berpasang-pasang teman jadi kehilangan toleransi...
Berpasang-pasang kawan jadi kehilangan tepo sliro...
..Hanya demi ego diri..
Semoga segera berlalu,, aku rindu indonesiaku yang dulu..
indonesiaku yang dulu selalu ramah menyapa ... apa kabarmu hari ini ..
BalasHapus