Kamis, 17 Juli 2014

KEGUNDAHAN HATI UNTUK NEGERI



INDONESIA TANAH AIR BETA
PUSAKA ABADI NAN JAYA
INDONESIA SEJAK DULU KALA
TETAP DI PUJA –PUJA BANGSA
DI SANA TEMPAT LAHIR BETA
DI BUAI DI BESARKAN BUNDA
TEMPAT BERLINDUNG DI HARI TUA..
SAMPAI AKHIR MENUTUP MATA

Sayup –sayup kudengar lagu Indonesia Pusaka di televisi , sudah puku 01.00 rupanya , mataku tidak mau kupejamkan , akhir –akhir  ini kulihat perubahan di Negeriku ini … tidak ada lagi sapa dan senyum setiap pagi mengembang. Hampir setiap hari kubaca dan kudengar caci maki . sungguh mahal  pengorbanan untuk sebuah perubahan .

Setiap kali aku berbincang selalu ada tambahan dosa yang secara tidak disadari ku lakukan.  Ya Allah “Negeri ku ini menjadi penuh kecurigaan !’

Baru kali ini aku mengikuti Pilpres yang diikuti hampir seluruh pemilih Indonesia.  Suatu kemajuan yang luarbiasa  , tidak ada lagi “Golput” ,  semua antusias untuk memilih.  “Alhamdulillah !” , akhirnya penduduk negeriku ini menyadari betapa pentingnya untuk memilih .

Namun semangat untuk memilih belum diikuti dengan rasa menghargai sebuah pilihan oleh orang lain , yang muncul adalah semangat untuk “menang” semangat untuk mengalahkan dan menyalahkan . ingat! Jika hanya ada satu pilihan sebetulnya tidak perlu ada pemilihan …

Negeriku ini dulunya bisa menyelesaikan masalah dengan makan pinang bersama “sekapur sirih “ betapa sederhananya duduk bersama memperbincangkan masalah .

Negeriku ini dulu terkenal dengan keramah-tamahan,  saling bantu, gotong royong ..  Tapi akhir-akhir ini mata saling menatap curiga , mulut mencaci  …. Sudah hilang kah  ‘Rasa untuk saling menghormati ?”

Negeri ini perlu Persatuan untuk bisa menjadi negeri yang besar … perpecahan bukan lah hasil yang diinginkan dari sebuah pemilihan Presiden . perpecahan adalah awal dari sebuah kehancuran Negara  ….

Aku tidak ingin Nama negeri  ini menjadi sebuah sejarah yang di tulis dalam buku pelajaran sejarah,  bahwa dulu  ada negeri yang bernama Indonesia , aku ingin anak dan cucu cucu ku masih hidup rukun dan makmur di negeri yang masih  bernama  “Indonesia” .

Mataku semakin berat seberat gundah hatiku ini akan kelanjutan negeriku  , tak sadar mengalir air mata , sembari berdo’a  Ya Allah Lindungilah negeriku ini dari segala Fitnah ………
Tak sadar aku terlelap televisi lupa ku matikan   tampak di layar merah putih berkibar dan terdengar nyanyian tentang tanah air ….

Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai


Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan


Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai



2 komentar:

  1. Bagus.... (Y)
    Sepasang suami istri jadi kehilangan kehangatan..
    Sepasang sahabat jadi kehilangan kasih sayang..
    Berpasang-pasang teman jadi kehilangan toleransi...
    Berpasang-pasang kawan jadi kehilangan tepo sliro...
    ..Hanya demi ego diri..
    Semoga segera berlalu,, aku rindu indonesiaku yang dulu..

    BalasHapus
  2. indonesiaku yang dulu selalu ramah menyapa ... apa kabarmu hari ini ..

    BalasHapus