Bum….. bum…..Bleng….blar.. bum…. Horee..horeee…., ceria sekali anak-anak bermain . sebentuk meriam dari bambu .. berjajar di lapangan depan halaman rumah . .. blaar …. Terlempar .. bekas kaleng susu sampai kesebrang jalan , salah seorang segera berlari mengambil kembali kaleng itu… dan bergegas kembali. Blar….. kembali kaleng bekas terlontar .. kali ini lebih jauh.
Tak jarang kami meletakkan “mercon bumbung” ini tersembunyi seperti layaknya tentara dan mulai mengembangkan sifat usil kami secara alamiah . Sering kali ibu –ibu yang sedang berjalan pergi kepasar “krempyeng” terloncat kaget dan melepaskan sumpah serapah kepada kami , atau tukang becak yang mengangkat kedua kakinya keatas karena kaget … kami tertawa terbahak–bahak di pinggir jalan . dan biasanya kami menghitung-hitung jumlah korban kami.
Dan tak jarang pula kami harus berlarian menyelamatkan diri dari kejaran orang-orang yang terkena ulah keisengan kami, dan harus pula kami merelakan meriam bamboo kami dibanting hingga pecah.
“mercon bumbung” , begitu kami menyebutnya. Dibuat dari bambu .. biasanya bamboo betung sebagai pilihan, karena lebih tebal dan kuat dan resiko pecah lebih kecil. Batas batas buku ruas bamboo dibuang dan diberi lubang kecil untuk tempat meletakkan api agar mercon ini berbunyi . didalamnya diisi minyak tanah atau kalau ingin keras diganti karbit , sederhana tapi….. blaar… bunyinya..
Terkadang kita harus merelakan alis atau bulu mata kita menjadi keriting karena terbakar pada saat meniup asap sisa-sisa letusan…. Dan .. disitulah letak keceriaan kita … biasanya korban menjadi bahan olok-olok .. dan menjadi awal berakhirnya permainan mercon bumbung ini, karena muncul permainan baru yaitu perkelahian yang biasanya tanpa di komando kelompok akan terbagi menjadi dua dengan sendirinya.
Rutinitas ini biasanya dimulai pada bulan Ramadhan kegiatan yang sangat menyenangkan dan dapat menghilangkan rasa haus dan lapar disiang hari sampai dengan sore hari , dan semoga tidak menjadi pengurang pahala kami….
Jaman dulu semua permainan ini dapat kita buat sendiri dan tanpa biaya .., masih banyak orang-orang yang ikhlas memberikan bamboo dikebunnya jika diminta, bahkan ditebangkan oleh pemiliknya.
Hari ini dikoran aku melihat photo anak-anak bermain mercon bumbung itu lagi … , sebuah kenangan lama yang sayang untuk dilupakan.., tapi kali ini bukan kami yang bermain … tapi keceriaan mereka terlihat masih sama dengan keceriaan kami …..
……. Semoga ……
Malang , 8 agustus 2011
Teruntuk.. bapak-bapak, ibu-ibu, kakak, adik .., pak becak ., penjual –penjual makanan yang terkena kejahilan kami saat itu memafkan kami . …

Tidak ada komentar:
Posting Komentar