Rabu, 17 Agustus 2011

….Merdeka ….




“Merdekaaaaa… ! “  teriakan ini bergema 66 tahun yang lalu . Gema itu sampai saat ini masih kencang terdengar .”Merdekaaaa…… “  waktu itu diteriakkan dengan penuh kebanggaan sampai sekarang pun ucapan itu akan tetap diteriakkan dengan penuh kebanggaan.
Banyak yang mulai meragukan tentang kemerdekaan di Indonesia , banyak yang menyatakan kita belum merdeka . Sedih aku membacanya bahkan surat kabarpun menuliskan keraguan tentang kemerdekaan seolah –olah para pejuang yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan dahulu tidak ada sama sekali . Selalu di dengung-dengungkan di telinga kita bahwa kita ini masih terjajah.  
Menghargai sebuah kemerdekaan bukanlah dengan saling menyalahkan. Menghargai sebuah kemerdekaan bukanlah dengan saling menghujat , sudahkah kita lupa? Bahwa dulu ketika Indonesia masih terkotak-kotak amat sulit para pejuang itu memperjuangkan kemerdekaan  (yang sekarang banyak yang berkata bahwa kita belum merdeka)  , begitu mudahnya penjajah mengadu domba kita. Dan sepertinya kita sekarang tidak perlu penjajah untuk mengadu domba tetapi kitalah prakarsa untuk runtuhnya   sebuah kemerdekaan.
Kita sudah lupa bahwa dahulu kakek buyut dan nenek buyut, kakek & nenek , atau bahkan para orang tua kita baru berhasil memperjuangkan  kemerdekaan dengan melepaskan diri dari perasaan terkotak-kotak .
Ingatlah kemerdekaan tidak sama dengan kemakmuran tetapi hanyalah pintu gerbang seperti dinyatakan oleh para pejuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Kita tidak perlu berdarah-darah berperang melawan penjajah seperti mereka , kita hanya perlu menyamakan pikiran  untuk mencapai kemakmuran itu. Tidak seperti sekarang sebagian besar merasa terjajah dengan perasaan karena melihat kesuksesan orang lain , dan sebagian lainnya keblinger dengan kesuksesannya sepertinya bahwa kesuksesan itu adalah hasil upaya dia sendiri. Kita lupa bahwa kita ini dibukakan pintu oleh pendahulu kita,  jika tidak kita akan terkunci dalam “penjajahan”.
Kemerdekaan bukan berarti boleh melakukan sekehendak hati kita, kalau hanya itu seharusnya kita sudah sangat merdeka , dahulu kita tidak berani mencaci maki presiden dengan seenaknya, sekarang  sudah biasa orang mencaci maki presiden tanpa takut, atau berdemo dengan suka-suka  , jika hanya itu arti merdeka seharusnya kita menyatakan kita sudah lebih merdeka dari pada dulu, tapi kenyataannya tetap saja ada pernyataan “kita belum merdeka!”. Lantas apa yang ingin disampaikan ? jika kemerdekaan diartikan segala sesuatunya tersedia dan tidak ada lagi larangan-larangan itu artinya “kemakmuran” bukan kemerdekaan, dan untuk mencapai  “kemakmuran” itu juga perlu perjuangan tidak langsung jadi secara instan.
Kita bukanlah bangsa yang cengeng yang hanya bisa merajuk, para pendahulu kita sudah membuktikan pada kita dengan berjuang 350 tahun didalamnya ada kegagalan ada keberhasilan. Dan kita baru berjuang 66 tahun, mungkin sekarang boleh dikatakan belum berhasil (jangan dibaca  “gagal”) tapi perjuangan itu tidak terhenti pada saat hari kemerdekaan saja.  kalau itu pandanganmu sobat ketahuilah kita telah merdeka   pada tanggal 17 Agustus 1945 ,66 tahun yang lalu.
Kemerdekaan itu seharusnya berarti saling menghargai , Pemerintah menghargai rakyatnya, rakyat menghargai pemerintahnya, antar suku satu sama lain menghargai , antar agama satu sama lain saling menghargai , semua perbedaan saling menghargai.
Kemerdekaan itu seharusnya berarti perjuangan tiada henti …………        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar